Skip navigation

Perkembangan teknologi nggak hanya menghasilkan sisi positif. Ada juga sisi negatif yang mestinya kita juga tahu. Begitu juga dunia internet, yang bisa memudahkan kita dalam berbagai hal. Misalnya dengan internet, kita bisa belanja online. Kamu misalnya mau membeli konsol atau game terbaru. Tinggal masuk ke situs belanja online, pilih barangnya, isi formulir, masukan nomer kartu kredit, maka barang segera dikirim ke alamat kamu. Namun kemudahan inilah yang bisa diselewengkan sebagian orang. Mereka belanja secara online, tapi giliran memasukan nomer dan data kartu kredit, yang dimasukkan adalah nomer dan data kartu kredit orang lain. Nomer dan data kartu kredit ini didapatkan secara ilegal.Mereka bisa mendapatkan barang gratis dengan menggunakan kartu kredit orang lain. Mereka inilah yang disebut carder atau frauder dan apa yang dilakukan adalah carding. Yang rugi tentu saja pemilik kartu kreditnya, kebobolan sekian banyak duit. Sementara pemilik situs belanja online merasa kebobolan sistem keamanannya. Yang bikin sedih, kebanyakan carder adalah anak Indo yang pinter-pinter. Bahkan menurut riset Clear Commerce Inc, sebuah perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas, Amrik, Indonesia memiliki carder terbanyak kedua setelah Ukrania di dunia. Bahkan 20 persen hasil transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Memalukan emang! Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir internet protocol (IP) alias alamat komputer internet asal Indonesia. Situs belanja online seperti Amazon.com dan eBay.com misalnya, udah lama nggak menerima pembeli dari Indonesia. Bahkan kalau kamu mau belanja online, sudah banyak formulir pembelian online shop yang nggak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya kita (Indonesia) nggak diperbolehkan belanja di situs itu. Emang apa aja yang biasa dibeli carder Indonesia secara online? Selain membeli CD game atau musik, banyak yang membeli buku, sepatu, jam tangan, pakaian, perhiasan, kamera, laptop, dan banyak lagi. Namun belakangan karena yang membeli barang sudah sering ditangkap polisi mereka juga membeli domain name (alamat situs), email berbayar, hosting (sewa server penempatan situs), dan shell acount (server untuk bot komputer). Jadi kalau kamu punya temen yang membanggakan domain name alias alamat situs yang menggunakan namanya, padahal menurut kamu dia nggak mampu membelinya, bolehlah curiga. Untuk mengeceknya, kami boleh coba melalui situs http://dns411.com. Coba masukkan domain namenya ke SWHOIS, lalu klik search. Maka akan muncul keterangan tentang pemilik domain name tersebut. Perhatikan pada Registrant dan Administrative Contact, kalau bukan nama dan alamat teman kamu yang tertera di situ, bisa dipastikan domain name itu dibeli dari hasil carding alias nyolong nomor kartu kredit. Biasanya domain name ini dibeli untuk masa berlaku yang lama, misalnya 5 hingga 10 tahun. Kalau 10 tahun, berarti dia udah nyolong uang orang lain lewat kartu kredit sebesar 10 x Rp 150.000,- (biaya sewa domain name setahun), sebesar Rp 1.500.000,-. Wow! Lalu bagaimana carding bisa dilakukan? Paling mudah menemukan kegiatan para carder ini adalah melalui ruang chatting mIRC. Cobalah konek ke server Dalnet, Undernet, dan Efnet, lalu masuk ke channel #cc, #thecc, #freecc, cvv2, #ccs, #cchome, atau yang berbau Indonesia seperti #yogyacarding. Nggak perlu keahlian khusus. Semua yang masuk ke channel ini, kalau nggak tahan godaan bisa terjebak menjadi carder. Sebab, pada saat-saat rame nomer dan kartu kredit bisa didapat di channel ini. Tinggal minta dengan mengetik !cc, maka akan ada bot yang memberikan nomer dan data kartu kredit. Tentu saja tidak semua nomer dan data kartu kredit yang diberikan valid, dan kalau boleh dibilang lebih banyak yang tidak valid. Namun kesempatan untuk nomer kartu kredit yang valid juga bisa didapatkan dengan barter dengan carder lainnya yang bisa diajak bicara secara private. Biasanya nomer kartu kredit yang valid keluar dari carder yang yang udah punya pengalaman. Bagi kita yang awam soal carding, berulang kali memasukan nomer kartu kredit saat mau coba jadi carder, tapi selalu gagal karena nggak valid, pastilah kita langsung kapok. Namun banyak carder yang menganggap perbuatan kriminal ini sebagai gambling atau untung-untungan. Salah satu usaha carder untuk mendapatkan nomer kartu kredit yang fresh alias masih berlaku, dengan menggunakan Credit Card Generator (CC Generator). Tentu saja program ini bikinan para carder juga. Contoh program jenis ini adalah Ccards Windows, CCMaker, Credit Master, Credit Wizard, Random CC, dan TNT Credit. Hebatnya, program untuk nyolong kartu kredit ini ada juga bikinan anak Indo. Dengan bantuan program ini, data kartu kredit yang sudah nggak valid secara acak bisa mencari nomer kartu kredit yang fresh. Tapi sekali lagi, ya untung-untungan. Kalau buntung masuk penjara. Beberapa carder ketika menerima kiriman barang hasil carding sudah mengalaminya. Langsung ditangkap polisi, karena udah melakukan tindak pidana pencurian, pemalsuan, dan penipuan. Namun tetap aja banyak carder yang bandel, memanfaatkan sisi gelap dunia internet. Menurut pengamatan ICT Watch, sebuah lembaga yang mengamati dunia internet di Indonesia, para carder malah kini semakin jauh melakukan penipuan melalui ruang-ruang chatting di mIRC. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000,-. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan. Jangan sampai kamu menjadi korban carding atau carder berikutnya.

Naskah asli oleh:

Eko Ramaditya Adikara (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat http://www.ramaditya.com.

One Comment

  1. tai anjing,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: